The Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pap Smear Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pada Ibu

Main Article Content

Ni Putu Mirah Yunita Udayani

Abstract

Pap smear merupakan salah satu jenis pemeriksaan skrining, yang mendeteksi secara dini kanker servik yang efektif, sederhana dan murah. Di negara-negara maju, pap smear telah terbukti menurunkan kejadian kanker servik invasif sebesar 46 - 47% dan mortalitas kanker servik sebesar 50 – 60%. Namun di Indonesia tercatat hanya 5% penduduk  wanita Indonesia yang melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya pengaruh pendidikan kesehatan tentang pap smear terhadap peningkatan pengetahuan ibu di Desa Patemon Kecamatan Seririt Kabupaten Buleleng. Penelitian ini menggunakan desain pra eksperimental dengan pendekatan one group pre test post test. Teknik sampling yang di gunakan adalah purposive sampling dengan melibatkan sebanyak 63 responden. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil penelitian yang diperoleh dengan menggunakan uji Wilcoxon yakni nilai Z sebesar -6,542 dengan p value = 0,00, dengan menggunakan tingkat kepercayaan (α) = 0,05. Nilai p value 0,000 < α = 0,05, sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang pap smear terhadap peningkatan pengetahuan ibu. Wanita dapat melakukan pemeriksaan pap smear sehingga dapat mendeteksi secara dini kanker servik

Downloads

Download data is not yet available.

Metrics

Metrics Loading ...

Article Details

How to Cite
Udayani, N. P. M. Y. (2019). The Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Pap Smear Terhadap Peningkatan Pengetahuan Pada Ibu. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 3(2), 51-55. https://doi.org/10.36474/caring.v3i2.137
Section
Articles

References

Anita. (2010). Kesehatan Keproduksi. Yogyakarta: Fitramaya.
Ashtarian, H., Mirzabeigi, E., & Mahmoodi, E. (2017). Knowledge about Cervical Cancer and Pap Smear and the Factors Influencing the Pap test Screening among Women O riginal A rticle. Journal International of Community Based Nursing-Midwifery, 5(2), 188–195.
Daryanto. (2013). Inovasi Pembelajaran Efektif (Yrama Widy). Bandung.
Endra, F. (2010). Paradigma Sehat. Jurnal Saintika Medika, 6(1), 69–81.
Gana, G. J., Oche, M. O., Ango, J. T., Kaoje, A. U., Awosan, K. J., & Raji, I. A. (2017). Educational intervention on knowledge of cervical cancer and uptake of Pap smear test among market women in Niger State , Nigeria. Journal of Public Health in Africa, 8(575), 111–116. https://doi.org/10.4081/jphia.2017
Notoatmodjo, S. (2012). Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Purbono, I. A., Prabawati, M., & Tarma. (2015). Tingkat Pengetahuan RemajaTentang Kesehatan Reproduksi. Jurnal FamilyEdu, 1(2), 135–149.
Ristraningsih, G. P. (2017). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Tingkat Pengetahuan Kesehatan Reproduksi Remaja Pada Siswi Kelas VIII di SMP Negeri 28 Semarang. Semarang: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Rohayani, H. (2010). Sistem Pakar Pendeteksi Penyakit Kanker Ganas Yang Menyerang Kaum Wanita. Jurnal Processor, 5(1), 68–81.

Schiffman, M., & Solomon, D. (2013). Cervical-Cancer Screening with Human Papillomavirus and Cytologic Cotesting. The New England Journal of Medicine, 369(24), 2324–2331. https://doi.org/10.1056/NEJMcp1210379
Syarkari, A., & Anwar, M. (2017). Gambaran Pengetahuan, Sikap. dan Dukungan Keluarga Oleh Ibu Hamil Terhadap Pelayanan Kebidanan di Wilayah Kerja Puskesmas. J-Kesmas, 3(2), 98–108.
The Global Cancer Observatory. (2018). The Global Cancer Observatory: Indonesia. Geneva. Retrieved from https://gco.iarc.fr/today/data/factsheets/populations/360-indonesia-fact-sheets.pdf
World Health Organization. (2013). WHO guidelines for screening and treatment of precancerous lesions for cervical cancer prevention. South Africa: World Health Organization.