FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INTENSITAS NYERI PASIEN PASCA OPERASI FRAKTUR EKSTREMITAS BAWAH DI BRSU TABANAN

Main Article Content

I Putu Artha Wijaya Kadek Evi Yantini I Made Dwie Pradnya Susila

Abstract

Pasien pasca operasi fraktur seringkali mengeluh rasa nyeri, nyeri yang dirasakan pasca operasi disebabkan karena terjadinya torehan, tarikan, manipulasi jaringan dan organ. Hasil penelitian ini bertujuan memberikan deskripsi karakteristik dari responden dan menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi intensitas nyeri pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah.


Rancangan penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional pada 30 responden pasca operasi fraktur ekstremitas bawah. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik insidental sampling. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor – faktor yang berhubungan secara signifikan terhadap intensitas nyeri pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah adalah jenis kelamin (p = 0,001), tingkat pendidikan (p = 0,001), mekanisme koping (p = 0,001) dan dukungan keluarga (p = 0,001) dengan nilai α = 0,05 sedangkan faktor usia (p= 0,330) dan pengalaman tindakan operasi yang menyebabkan nyeri (p= 0,770) yang artinya tidak ada hubungan faktor usia dan pengalaman tindakan operasi yang menyebabkan nyeri terhadap intensitas nyeri pasien pasca operasi fraktur ekstremitas bawah (p>0,05).


Hasil penelitian ini bermanfaat bagi praktisi keperawatan sebagai acuan asuhan keperawatan dalam melakukan manajemen nyeri pasca operasi fraktur ekstremitas bawah untuk mempertimbangkan faktor jenis kelamin, tingkat pendidikan, mekanisme koping dan dukungan keluarga. Saran dari hasil penelitian ini perlu adanya penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi nyeri.

Article Details

Section
Articles

References

Apley, G., & Solomon, L. (2013). Buku Ajar Orthopedi dan Fraktur Sistem Apley. Jakarta : Widya Medika.

Andarmoyo, S. (2013). Konsep dan Proses Keperawatan Nyeri. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.

Craven, R. F., & Hirnle, C. J. (2007). Fundamentals of Nursing, Human Health and Function. (4th Ed). Philadelphia: Lippincott, Williams & Wilkins.

Dickson, W. L. (2006). Increasing Coping resource: an experimental intervention apprroach. Diakses pada tanggal 16 Juli 2017 dari http://scholarworks.gsu.edu/cgi/viewcontent.cgi?article=1005&context=cps

Dewi, A. P. (2017). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pada Pasien Pra Operasi Sectio Caesarea. Skripsi Program Studi S1 Keperawatan STIKES Bina Usada Bali.

Damayanti, W. P. (2014). Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Kecemasan Pasien Pra Operasi Fraktur di Ruang Bedah RSUD Badung. Skripsi Program Studi S1 Keperawatan STIKES Bina Usada Bali.

Hung, M. (2016). The relationship between family support; pain and depression in elderly with arthritis. Psychiatric Rehabilitation Journal, 35 (5), 403–405

Kemp, C. (2010). Klien Sakit Terminal: Seri Asuhan Keperawatan (Edisi 2). Jakarta: EGC.

Katsarou, A. (2012). Validation of a Greek Version of PSS-14; Global Measure of Perceived Stress. Cen Eur Journal Public Health, 20 (2),104-109

Li, Liu, & Herr. (2007). Post Operatif Pain Intensity Assessment: A Comparison of Four Scale In Chinese adult. Diperoleh tanggal 12 Mei 2017. Dari http://www.ncbi.nlm.gov/

Lukman, N. (2011). Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Muskuloskeletal. Jakarta : Selemba.

Mackintosh, C. (2007). Assesment and management Patients with Post-Operative pain. Nursing Standard, 22 (5). 49

McGuire, L. (2006). Pain: the fifth vital sign, Medical Surgical Nursing: Critical thinking for collaborative care. (hlm.63-90). St Louis, Missouri: Elsiever Saunder.

McLafferty, E., & Farley, A. (2008). Assesing pain in patients. Nursing Standard, 22 (25), 42

McWilliams, L. A., Higgins, K. S., Dick, B. D., & Verrier, M. J. (2014). A longitudinal investigation of pain-related social support preferences in a chronic pain treatment sample. The Clinical Journal of Pain, 30 (8), 672–678.

Murni, K. T. (2013). Faktor-faktor yang Mempengaruhi Intensitas Nyeri pada Pasien Pasca Bedah Laparatomi. Program Studi Ilmu Keperawatan Medistra Lubuk Pakam.

Nurchairiah, A., Hasneliz, Y., Indriati, G. (2013). Efektifitas Kompres Dingin Terhadap Intensitas Nyeri Pada Pasien Fraktur Tertutup di Ruang Dahlia RSUD Arifin Achmad. Diperoleh tanggal 10 Mei 2017. Dari http://jom.unri.ac.id/index.php/JOMPSIK/article/download/3438/3334.

Nursalam. (2016). Konsep dan Penerapan Metodelogi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika.

Pasaribu, I. S. (2011). Intensitas Nyeri dan Perilaku Nyeri pada Pasien Pasca Bedah ORIF di RSUP H. Adam Malik Medan. Skripsi. Medan: Fakultas Keperawatan Universitas Sumatera Utara.

Plotino, N. M., Grande, P. F., & Porciani. (2014). Deformation and fracture incidence of Reciproc instruments: a clinical evaluation. Quintessence International 41, 479-88.

Rendy, M. C., & Margareth. (2012). Asuhan Keperawatan Medikal Bedah dan Penyakit Dalam. Yogyakarta : Nuha Medika.

Raoul, D., & Jean, P. (2015). Impact of Age on Pain Perception for Typical Painful Diagnoses in the Emergency Department. The Journal of Emergency Medicine. https://doi.org/10.1016/j.jemermed.2015.06.074

Scheid, T. L., & Brown, T. N. (2010). A Handbook for Study of Mental Health: Social Contexts, Theories, and Systems 2nd Edition. New York: Cambridge University Press.

Saputra, I. B. A. (2013). Profil Penggunaan Analgetika Pada Pasien Nyeri Akut Pasca Bedah Di RSUP Sanglah. Diperoleh pada tanggal 20 mei 2017.

Septiani, L. (2015). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Nyeri Pada Klien Fraktur Di RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta. Program Studi Ilmu Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Aisyiyah Yogyakarta
Tzanetakis, G.N., Kontakiotis, E.G., Maurikou, D., & Marzelou, M.P. (2008). Prevalence and management of instrument fracture in the postgraduate endodontic program at the Dental School of Athens: a five-year retrospective clinical study. Journal of Endodontics 34, 675–8.

Unit Data Pelayanan BRSU Tabanan Bali, (2015). Informasi Pasien Dengan Fraktur Instalasi Rawat Inap. Tabanan : BRSU Tabanan. Tidak dipublikasikan.

Unit Data Pelayanan BRSU Tabanan Bali, (2016). Informasi Pasien Dengan Fraktur Instalasi Rawat Inap. Tabanan : BRSU Tabanan. Tidak dipublikasikan.

Unit Data Pelayanan BRSU Tabanan Bali, (2017). Informasi Pasien Dengan Fraktur Instalasi Rawat Inap. Tabanan : BRSU Tabanan. Tidak dipublikasikan.

Unit Data Pelayanan BRSU Tabanan Bali, (2018). Informasi Pasien Dengan Fraktur Instalasi Rawat Inap. Tabanan : BRSU Tabanan. Tidak dipublikasikan.

Videback, S. (2008). Buku Ajar Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC

Wijaya, I. P. A. (2014). Analisis Faktor-faktor yang Mempengaruhi Intensitas Nyeri Pasien Pasca Bedah Abdomen Dalam Kontek Asuhan Keperawatan di RSUD Badung Bali. Diperoleh pada tanggal 28 mei 2017. Dari http://www.triatma-maino.ac.id/ojsstikes/index.php/JDK3/article/download/35/28.

WHO. (2011). Decade of action or road safety: Indonesia. Mei 15 2017, http://who.searo/int.