KEYAKINAN LANSIA TENTANG SEKSUALITAS PADA MASA LANJUT USIA

Main Article Content

Hubertus Agung Pambudi Meidiana Dwidiyanti Diyan Yuli Wijayanti

Abstract

Seksualitas terbayangkan berkaitan dengan kecantikan fisik atau adanya sedikit daya tarik. Kedua hal ini sebagian besar menghilang bersamaan dengan semakin lanjutnya usia karena adanya perubahan pada kulit serta susunan jaringan ikat dan lemak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui keyakinan lansia tentang seksualitas pada masa lanjut usia di masyarakat RW 01 Kelurahan Pedalangan wilayah kerja Puskesmas Padangsari Banyumanik Semarang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi hermeneutic, suatu pendekatan yang mengasumsikan temuan-temuan risetnya tidak murni hasil deskripsi, tetapi lebih interprestasi peneliti. Adanya keyakinan yang menyatakan bahwa hubungan seksual dengan intensitas yang tinggi dapat membuat seseorang menjadi awet muda, namun hal ini tidak sepenuhnya dipercaya oleh partisipan. Partisipan lebih meyakini bahwa usia akan terus bertambah dan setiap orang akan tetap menjadi tua, namun melalui hubungan seksual suami istri adalah wujud atau bentuk kasih sayang terhadap pasangan, yang tentunya akan berimplikasi terhadap harmonisnya keluarga. Keyakinan lansia terhadap seksualitas pada masa lanjut usia adalah bukan untuk menjadi awet muda melainkan untuk menjaga keharmonisan keluarga.

Article Details

Section
Articles

References

Afiyanti, Y., & Nurahmawati, I. (2014). Metedologi Penelitian Kualitatif Dalam Riset Keperawatan (1st ed.). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Anindita, D., & Bashori, K. (2012). Kohesivitas Suami Istri Di Usia Madya. Humanitas, IX No 1.
Creswell, J. W. (2015). Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih di Antara Lima Pendekatan. (S. Z. Qudsi, Ed.) (3rd ed.). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Darmojo, B., & Martono, H. (2010). Buku Ajar Ilmu Kesehatan Usia Lanjut (IV). Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Hamid, A. (2008). Bunga Rampai : Asuhan Keperawatan Jiwa. Jakarta: EGC.
Irianto, K. (2014). Seksologi Kesehatan. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Satori, D., & Komariah, A. (2009). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.
Stockslager, J. L., & Schaeffer, L. (2008). Buku Saku Asuhan Keperawatan Geriatrik (Edisi 2). Jakarta: Penerbit Buku Kedoktern. EGC.
Theris A. Touhy, K. F. J. :Ebersole & H. P. (2015). Toward Health Aging : Human Needs and Nursing Response,.
Varma, P., & Mathur, D. A. (2015). Adolescent Romantic Relationships. The International Journal of Indian Psychology, 3(1).
World Health Organization. (2006). Defining Sexual Health: Report of Technical Consultation on Sexual Health 28-31 January 2002, Geneva. Sexual Health Document Series.
Simatupang, M.R., 2009. Pengaruh Pola Konsumsi, Aktivitas Fisik dan Keturunan terhadap Kejadian Obesitas pada Siswa Sekolah Dasar Swasta di Kecamatan Medan Baru Kota Medan.

Sinclair, A.J. et al., 2010. Caring for older adults with diabetes mellitus: Characteristics of carers and their prime roles and responsibilities. Diabetic Medicine, 27(9), pp.1055–1059.
Sujaya, I.N., 2009. Pola Konsumsi Makanan Tradisional Bali sebagai Faktor Risiko Diabetes Melitus Tipe 2 di Tabanan. Jurnal skala husada, 6(1), pp.75–81.
Taylor, 2006. Health Psychology, McGraw-Hill Education (India)
Tjokroprawiro, A., 2003. Diabetes mellitus: kelasifikasi, diagnosis dan terapi, Gramedia Pustaka Utama.
Townsend, M.C., 2012. Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-based Practice, F.A. Davis Company.
Trisnawati, S.K. & Setyorogo, S., 2013. Faktor Risiko Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di Puskesmas Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat Tahun 2012. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 5(1), pp.6–11.