Hubungan Peran Orangtua dalam Meningkatkan Kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada Anak Retardasi Mental

Main Article Content

Masta Hutasoit Sartika Sartika

Abstract

Anak dengan retardasi mentalĀ  mengalami penurunan fungsi intelektual, adaptasi social, dan gangguan perkembangan. Anak dengan retardasi mental mengalami kesulitan dalam pemenuhan ADL (activity daily living ) seperti makan, minum, berpakaian, toileting, dan lain-lain. Sehingga membutuhkan peran orangtua dalam membantu mereka melakukan ADLnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran orang tua dalam meningkatkan tingkat kemandirian activity daily living (ADL) pada anak retardasi mental di Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan desain korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik SamplingĀ  denganĀ  purposive sampling sebanyak 46 orang tua anak dengan retardasi mental. Analisis data dilakukan dengan uji Kendall Tau dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa peran orang tua yang mendampingi anak retardasi mental di Yogyakarta dengan kategori tinggi sebanyak (58,7%). Tingkat kemandirian activity daily living pada anak retardasi mental dengan kategori tinggi sebanyak (47,8%). Hasil uji Kendall Tau diperoleh nilai p (0,007) < 0,05 dengan nilai koefisien kontingensi sebesar 0,380. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara peran orang tua dengan tingkat kemandirian activity daily living (ADL) pada anak retardasi mental di Yogyakarta. Melalui penelitian ini diharapkan anak retardasi mental yang didampingi dan dimotivasi orangtua lebih mampu secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti ADL nya.

Article Details

How to Cite
Hutasoit, M., & Sartika, S. (2018, December 27). Hubungan Peran Orangtua dalam Meningkatkan Kemandirian Activity Daily Living (ADL) pada Anak Retardasi Mental. Journal Center of Research Publication in Midwifery and Nursing, 2(2), 52-57. Retrieved from http://ejournal.binausadabali.ac.id/index.php/caring/article/view/39
Section
Articles

References

Ali, M. (2008). Psikologi Remaja Perkembangan Peserta Didik. Jakarta: Bumi Aksa
Apriyanto, N. (2012). Seluk Beluk Tunagrahita & Strategi Pembelajarannya. Yogyakarta: Javalitera
Biro Pusat Statistik. (2012). Data Pokok Sekolah Luar Biasa di Seluruh Indonesia. BPS.
Departemen Kesehatan RS. 2014. Situasi Penyandang Disabilitas. Semester 2. Depkes RI. Available at www. Depkes.go.id
Efendi, M. (2008). Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta: Bumi Aksara.
Friedman M, Bowden V, Jones E. (2010). Buku Ajar Keperawatan Keluarga: Riset, Teori, dan Praktik Edisi 5. Jakarta: EGC
Kleefman M, Jansen D, Stewart R, & Reijneved S. (2014). The Effectiveness of Stepping Stones Triple P Parenting Support in Parents of Children with Borderline to MildIntellectual Disability and Psychosocial Problems: A Randomized Controlled Trial.Universitas Gronginen. BMC Medicine: Inggris.
Lumbantobing, S. M. (2008). Anak dengan mental terbelakang. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
Muttaqin, A. (2008). Buku Ajar Asuhan Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
Puspasari, R. (2012). Hubungan Peran Orang Tua Dengan Tingkat Kemandirian Anak Tunagrahita Kelas Dasar Di SLB Negeri 1 Yogyakarta. Skripsi unpublish. STIKES Aisyiyah Yogyakarta.
Rima, R.,A. 2013. Persepsi Orangtua Terhadap Anak berkebutuhan khusus (Deskriptif Kuantitatif di SLB N.20 Nan Balimo Kota Solok). Jurnal Ilmiah Pendidikan khusus. Volume 1 Nomor 1 Januari 2013. Available at http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu
Setyani., I., E. (2016). Hubungan Antara Dukungan Keluarga Terhadap Kemandirian Perawatan Diri Pada Anak Retardasi Mental Di SLB C Karya Bhakti Purworejo. Skripsi. Unpublish. Stikes Muhammadiyah Gombong.
Suyono, Y., Ranuh, G., Soetjiningsih. (2016). Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.
Tuegeh J ., Rompas F ., Ransun D. (2012). Peran Keluarga Dalam Memandirikan Anak Retardasi Mental di Yayasan Pembinaan Anak Cacat Manado. Jurnal Keperawatan Poltekkes Kemenkes Manado. No. 1. Vol 1.
Wardani, S, N., Suriadi., Fauzi. (2015) Hubungan Peran Orang Tua dengan Tingkat Kemandirian Anak Retardasi Mental. Jurnal keperawatan dan kesehatan. No .2. Vol 5. Hal 1-7.
Wong, et. Al. (2009). Buku Ajar Keperawatan Pediatrik. Volume 1. Jakarta: EGC